Sabtu, 23 Januari 2010

Artikel pelepasan Kera dari Suara Surabaya

20 Kera Laut Dilepas di Hutan Mangrove


Sabtu, 23 Januari 2010 | 12:57 WIB
Seekor kera ''membantu'' petugas melepas 20 ekor kera lain di kawasan hutan mangrove Wonorejo, Surabaya, Sabtu (23/1)

Surabaya - Kawasan hutan mangrove Wonorejo dan Gununganyar tampak meriah, Sabtu (23/1). Jelang siang, 20 ekor kera laut dilepas Walikota Surabaya Bambang D.H. di kawasan itu.

Sebagaimana penghuni baru lainnya, kera-kera itu juga tampak belum bisa beradaptasi dengan lingkungan mangrove yang berair. Mereka tidak langsung menuju tengah hutan, namun lebih asyik berkeliaran di sekitar lokasi pelepasan.

“Maklum, kera-kera itu belum terbiasa dengan lingkungan hutan mangrove Wonorejo dan Gununganyar,” ungkap Camat Rungkut, Irvan Widiyanto.

Pelepasan kera sendiri dibagi dua. Sebanyak 12 ekor dilepas di hutan mangrove Wonorejo dan 8 ekor lainnya dilepas di Gununganyar. Pelapasan dilakukan di tepi pantai timur Wonorejo dan Gununganyar setelah berperahu dari sekitar Rumah Pompa Wonorejo.

Sebelumnya, pemkot telah melepas dua kera laut dari spesies serupa di tempat yang sama. “Kami harap kera-kera itu akan beranak pinak dan membuat jumlah kera di habitat mangrove semakin banyak. Tentu kehadiran mereka memperindah ekowisata di sana,” ujarnya.

Menurut Bambang D.H., kera laut itu dilepaskan karena hutan mangrove di kawasan itu sudah siap menjaga habitat kera dan membentuk ekosistem sendiri. ”Sengaja kami baru melepaskan kera laut itu sekarang karena saat inilah kawasan mangrove sudah terbentuk baik. Perkembangan mangrovenya sangat positif sehingga akan menjadi tempat yang menyenangkan bagi hewan-hewan di sana, termasuk kera laut itu,” tuturnya.

Pemkot berharap masyarakat, terutama warga sekitar hutan mangrove, ikut berpartisipasi aktif. Misalnya, melarang dan melaporkan bila ada pihak-pihak yang melakukan perburuan kera atau spesies lain yang dilindungi di sana.

Selain kera, spesies lain yang sangat berharga di kawasan mangrove Wonorejo dan Gununganya adalah sekitar 117 jenis burung. Mereka ada yang menetap di hutan itu, tapi juga ada jenis-jenis burung migran. Populasi burung ini juga telah meningkat sejalan perbaikan kualitas lingkungan di sana.

“Tidak hanya jadi tujuan wisata alternative, kawasan konservasi ini sekaligus untuk belajar tentang mangrove,” ungkap Bambang. pur

Sumber: Surabaya Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar