Minggu, 04 Oktober 2009

SMS-based Information System for Traffic Offences (Surabaya, Indonesia)

polisisms

Beri Jadwal Sidang hingga Besar Denda

Inovasi di kepolisian biasanya lahir di tingkat satuan tinggi, semacam Mabes Polri, polda, hingga polwiltabes. Kali ini, acungan jempol diberikan untuk Polres Surabaya Timur. Di wilayah itu, lahir terobosan baru layanan kepolisian. Namanya Sistem Informasi Tilang via SMS.

”NAMA singkatnya ada, lho,” ujar Kasatlantas Polres Surabaya Timur AKP Budi Idayati kepada Jawa Pos di sela-sela launching Sistem Informasi Tilang via SMS kemarin (3/10). Secara singkat, layanan anyar itu disebut SMS Tilang. Sesuai namanya, tujuannya mengetahui info tilang yang dilakukan kepolisian kepada para pelanggar peraturan lalu lintas.

SMS Tilang dirancang Satlantas Polres Surabaya Timur. Mereka bekerja sama dengan Telkomsel. Nomor hotline yang digunakan adalah 08123011110.

Dengan SMS Tilang itu, kata Idayati, warga metropolis, khususnya yang ada di Surabaya Timur, bisa secara mudah dan cepat mengetahui aneka informasi tentang penilangan kendaraan mereka. Misalnya, informasi jadwal sidang tilang, denda yang harus dibayar, hingga kelengkapan yang sedang disita dari kendaraan pelanggar. ”Semua ada dalam satu SMS saja,” kata Kasatlantas yang baru menjabat selama 40 hari itu.

Launching tersebut dilaksanakan sekitar pukul 14.00 di hall atrium ITC Mega Grosir. Kapolwiltabes Surabaya Kombespol Ronny Franky Sompie hadir. Selain itu, ada Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Agus Wijayanto, Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi, Kapolres Surabaya Utara AKBP Djoko Hariutomo, Kapolres KP3 AKBP Gagas Nugraha, dan Kapolres Surabaya Selatan AKBP Lakoni Wira Negara. Dari luar kota, hadir Kapolres Gresik AKBP M. Iqbal dan Kapolres Sidoarjo AKBP Setija Junianta. Dari luar aparat berseragam cokelat tersebut, ada Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Eddi dan Ketua Forum Kemitraan Polisi-Masyarakat (FKPM) Rungkut Djoko Suwondo.

Ronny F. Sompie kemarin menjelaskan banyak hal tentang kelemahan surat tilang selama ini. Mulai titip tilang hingga surat tilang ketlisut, robek-robek, hingga hilang. Kalau demikian, kata Ronny, warga biasanya lupa datang ke pengadilan. ”Terus milih titip sidang,” kata perwira menengah dengan tiga mawar di pundak itu.

Dia juga berharap, sistem baru itu bisa menjadi salah satu cara masyarakat mengawasi kerja polisi. Sebab, kata Ronny, warga seyogianya menjadi pengawas akuntabilitas polisi.

Ronny tak menutupi kesan yang sangat positif pada layanan baru tersebut. Dia berharap, inovasi SMS Tilang itu bisa ditiru dan dicoba di polres lain di jajaran Polwiltabes Surabaya. Sebab, inovasi tersebut akan dikembangkan lagi di tingkat polwiltabes. Bahkan, kata Ronny, dia membayangkan layanan itu kian mudah lantaran masyarakat hanya perlu mengirimkan SMS request ke nomor dengan empat digit saja. ”Mungkin seperti yang di TV. Ketik Reg spasi,” kata Ronny, disambut tawa yang hadir.

Tak sekadar berpidato, Ronny juga mencoba layanan tersebut. Dengan HP miliknya, dia mengetik nopol L 1682 AS, lalu mengirimkan ke hotline 08123011110. Tak lama kemudian, muncul balasan SMS. Tulisannya, Bapak ibu, saudara, saudari, mohon maaf, data tilang belum diproses. Itu disebabkan nopol yang dimasukkan tidak sedang kena tilang. ”Ya, jelas tidak ada datanya. Masak Kapolwil sampai kena tilang,” kata Djadi Galajapo, pemandu acara itu.

Ronny pun kembali mencoba. Yang dimasukkan adalah nomor yang sedang ditilang oleh Polres Surabaya Timur, yakni W 333 TI. Lalu, muncul balasan Yth, nomor registrasi 0411111A nopol W 3333 TI BB: SIM C R2 pasal 282 tanggal sidang 5/10/2009 di PN Arjuno no 16 Surabaya denda Rp 41 ribu. ”Wah, benar berhasil ini,” kata Ronny sambil menunjukkan balasan SMS yang masuk ke HP-nya.

Ronny pun kembali memuji bahwa SMS Tilang itu adalah upaya yang cerdas dalam membantu masyarakat untuk memperoleh informasi. ”Inovasi informasi serupa akan kami terapkan untuk beberapa hal lainnya,” ungkapnya.

Selain melihat uji coba SMS Tilang, undangan dihibur barongsai dan fashion show baju batik. ”Mumpung masih dekat dengan pengesahan batik sebagai warisan budaya,” kata Kasatlantas Polres Surabaya Timur AKP Budi Idayati, pencetus acara kemarin. (dan/dos)


Sumber: Jawa Pos dalam news.smsegov

Tidak ada komentar:

Posting Komentar